- Delete : untuk menghapus cell beserta dengan isinya
Jumat, 13 November 2009
MATERI MICROSOFT EXCEL 2007
Rabu, 11 November 2009
MATERI POWER POINT 2007
A. Microsoft office Button, tombol yang berisi sebuah menu pull down . item-item yang terdapat pada menu tersebut mirip dengan item menu file pada Microsoft power point versi-versi sebelumnya.
B. Quick Acces Toolbar, merupakan toolbar yang berisi tombol-tombol pintas untuk beberapa pekerjaan tertentu yang sering dilakukan.
C. Title Bar, berisi nama file yang sedang dibuka diikuti dengan nama aplikasinya, dalam hal ini adalah Microsoft power point.
D. Ribbon, semacam tollbar berisi tombol-tombol pintas untuk mengerjakan berbagai hal.
E. Panel Slides/Outline, panel yang menampilkan thumbnail atau outline slide.
F. Slide, presentasi yang dirancang menggunakan power point 2007 menggunakan dasar slide. Ke dalam slide ini anda bisa menambahkan teks, gambar, animasi, dan lain-lain yang digunakan dalam presentasi anda. Mulai sekarang akan digunakan kata “slide” untuk menyatakan sebuah slide tunggal dan “presentasi” untuk menyatakan rangkaian slide yang menyusun suatu presentasi yang terangkum dalam sebuah file.
G. Nomr slide dalam format x of y. huruf x mewakili slide yang sedang ditampilkan dan huruf y mewakili jumlah total slide.
H. Theme yang digunakan oleh slide.
I. Area catatan, digunakan untuk memberikan catatan tertentu terhadap suatu slide.
J. Kelompok tombol view, digunakan untuk mengatur tampilan slide.
K. Zoom slider, digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan slide.
L. Tombol fit slide to current window, mengatur tampilan slide sedemikian rupa sehingga tepat memenuhi jendela yang tersedia.
A. Microsoft Office Button
Microsoft office button merupakan sebuah tombol yang apabila diklik akan menampilkan sebuah menu. Isi menu tersebut mirip dengan menu file pada Microsoft power point versi-versi sebelumnya. Item menu yang terdapat pada Microsoft office button adalah sebagai berikut:
· New, digunakan untuk membuat sebuah presentasi baru.
· Open, digunakan untuk membuka sebuah presentasi yang telah disimpan sebelumnya.
· Convert, item menu ini hanya muncul apabila anda bekerja dengan presentasi yang memiliki format berbeda dengan format presentasi power point 2007.
· Save, digunakan untuk menyimpan presentasu yang sedang disunting.
· Save as, digunakan untuk menyimpan presentasi kedalam format lain.
· Print, digunakan untuk mencetak presentasi
· Finish, digunakan untuk mempersiapkan presentasi dalam proses distribusi.
· Send, digunakan untuk mengirim presentasi melalui internet atau fax.
· Publish, digunakan untuk mengatur proses publikasi presentasi.
· Close, digunakan untuk menutup presentasi yang sedang disunting tanpa menutup aplikasi power point 2007.
Pengenalan Layar Kerja Power Point
Keterangan Gambar :
a. Menu Bar : Daftar menu yang masing-masing terdiri dari beberapa
Perintah.
b. Standart Toolbar : Tools untuk menangani file, menyisipkan objek baik
gambar atau grafik.
c. Formatting Toolbar : Tools yang terdiri dari item yang berhubungan dengan
pengaturan huruf atau tulisan.
d. Slide Sorter View : Menampilkan keseluruhan slide di layar kerja dalam bentukukuran kecil
e. Slide Show : Menampilkan tayangan sebuah slide.
f. Drawing Toolbar : Tolls yang terdiri dari item yang berhubungan dengan pembuatan ataupun pengaturan gambar.
Manipulasi Teks dan Gambar
Drawing Toolbar
a. Draw : Mempermudah penempatan dan pengorganisasian objek, misalnya dalam melakukan grouping, ordering, rotate, text wrapping, dll
b. Select Object : Melakukan pilihan terhadap obyek tertentu
c. AutoShapes : Menyediakan berbagai macam pilihan bentuk yang dapat mendukung penyajian presentasi seperti callouts, basic shape, lines,stars and banners, dll
d. Line : Menggambar garis
e. Arrow : Menggambar tanda panah
f. Rectangle : Menggambar bentuk persegi
g. Oval : Menggambar bentuk oval atau lingkaran
h. Text Box : Membuat serangkaian text
i. Word Art : Membuat efek-efek text yang menarik baik dalam bentuk 2D maupun 3D
j. Insert Clip Art : Menambahkan gambar ke dalam materi presentasi yang sedang dipersiapkan, baik berasal dari default Powerpoint maupun dari file yang kita punyai
k. Fill Color : Memberikan pewarnaan terhadap suatu objek tertentu
l. Line Color : Memberikan pewarnaan terhadap garis tepi dari suatu objek
m. Font Color : Memberikan pewarnaan terhadap text yang diseleksi
n. Line Style : Memberikan pilihan ketebalan (dalam ukuran point) terhadap model garis yang dipakai
o. Dash Style : Memberikan pilihan terhadap mode garis yang dipakai
p. Arrow Style : Memberikan pilihan terhadap mode arrow yang dipakai
q. Shadow : Memberikan efek bayangan pada objek yang diseleksi (tidak untuk text)
r. 3-D : Memberikan efek 3 dimensi pada objek yang diseleksi (tidak untuk text)
Langkah – langkah yang dapat dilakukan dalam membuat slide :
1. Membuat text
a. Membuat judul
• Klik pada tulisan “Click to add title” lalu ketikkan judul presentasi
b. Membuat textbox pada click to add text
• Klik icon text book
• Klik pada bagian dari slide yang ingin ditambahkan tulisan
c. Menggunakan Bullet and Numbering
· Klik area textbox yang ingin menggunakan Bullet and Numbering lalu klik Format kemudian Bullets and Numbering kemudian pilih yang akan digunakan
• Bila telah selesai maka klik di luar area textbox
d. Membuat WordArt
· Klik Insert kemudian Picture kemudian WordArt atau cari icon Insert WordArt pada Drawing Toolbar
• Pilih 1 model kemudian klik OK
· Muncul kotak dialog seperti di bawah ini, lalu ketikkan tulisan yang
diinginkan lalu klik OK
Menampilkan gambar
· Klik Insert kemudian Picture lalu pilih Clip Art bila gambar yang ingin digunakan adalah gambar yang disediakan oleh Microsoft Office atau pilih From File bila ingin menggunakan gambar koleksi pribadi (untuk memilih akan muncul kotak dialog open kemudian cari lokasi filenya sampai ditemukan filenya)
· Atur sesuai keinginan lalu klik di bagian lain slide yang tidak ada gambar tersebut
Memberikan Background
· Klik kanan pada bagian slide yang kosong
· Pilih Background
· Pilih More Colors dengan menklik drop down untuk mengatur warna yang diinginkan
· Pilih Fill Effect dengan menklik drop down untuk mengatur efek yang diinginkan dengan memilih pola gradient/texture/pattern yang diinginkan
· Pilih Apply untuk memberi background pada 1 lembar slide yang sedang dipilih itu saja atau Apply to All untuk memberi background pada seluruh slide
Menambah Slide Presentasi
Klik icon pada formatting toolbar
Pilih salah satu tipe slide yang diinginkan
Menghapus Slide Presentasi
· Pilih Slide yang akan dihapus dengan cara mengklik slide tersebut pada Outline Slide
· Tekan Delete pada Keyboard
Memberi Animasi
· Klik kanan text atau objeknya
· Klik Custom Animation
· Pilih effects untuk memberikan animasi pada text atau objek yang diinginkan
Menambahkan Slide Transition
Klik bagian slide di luar textbox lalu klik kanan pilih Slide Transition atau klik
Slide Show pada Menu Bar lalu pilih Slide Transition
Lalu pilih jenis yang diinginkan pada tiap slide
Sesuaikan komponen lainnya seperti pada pemberian animasi
MATERI MICROSOFT WORD 2007
Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang mengandung makna tertentu dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Jika mengetik dengan mesin tik, enter ditekan untuk mengakhiri setiap barisnya. Tetapi tidak begitu halnya dalam Word 2007. Penekanan tombol enter hanya dilakukan jika ingin berpindah ke paragraph berikutnya.
Salah satu bentuk format paragraf yang sering digunakan adalah perataan paragraf (Paragraph) yang terdapat pada menu bar Home. Perataan ini terdiri atas :
- Perataan Kiri (AlignText Left)
- Perataan Tengah (Center)
- Perataan Kanan (Align Text Right)
- Perataan Penuh kanan dan kiri (Justify)
Langkah yang digunakan untuk menentukan perataan ini adalah :
1. Tempatkan kursor pada naskah yang akan diubah perataanya.
2. Klik icon perataan yang diinginkan pada sub menu Paragraph
Spasi baris digunakan untuk menentukan jarak antara baris satu dengan baris berikutnya dalam suatu paragraf. Perintah yang digunakan untuk menentukan spasi baris ini adalah sebagai berikut :
1. Tempatkan kursor pada paragraf yang diinginkan atau sorot beberapa paragraf.
2. Klik icon Line Spacing yang terdapat pada sub menu Paragraph, kemudian pilih spasi yang diinginkan, atau
3. Klik Paragraph Button untuk menampilkan paragraph menu secara utuh
4. Atau dapat juga langsung dengan menggunakan Toolbar formating
B. MARGIN
Margin adalah jarak antara tepi pengetikan dengan tepi halaman kertas. Margin berguna untuk mengatur dokumen agar dapat dicetak sesuai dengan keinginan. Menu margin akan muncul dengan cara:
1. Klik Page Layout, dilanjutkan dengan klik Margin
2. Akan muncul berbagai pilihan pengaturan margin. Apabila ingin men-set sendiri pilih Custom Margin dan akan muncul tab Page Setup atau langsung klik dari Page setup Button
Arti dari tab Page Setup yang tersedia adalah:
Top, digunakan untuk mengatur batas atas dokumen mulai dari tepi atas kertas.
Bottom, digunakan untuk mengatur batas bawah dokumen mulai dari tepi bawah kertas.
Left, digunakan dalam pengaturan batas kiri dokumen mulai dari tepi kiri kertas.
Right, digunakan untuk pengaturan batas kanan dokumen mulai dari tepi kanan kertas.
Gutter, digunakan untuk memberikan jarak tertentu dari tepi kiri kertas atau tepi atas kertas dengan tujuan untuk memberikan lokasi kosong untuk penjilidan. Pengaturan posisi dari gutter ini kita tentukan pada bagian pilihan Gutter posistion yang menyediakan dua alternatif posisi, yaitu posisi kiri (left) atau atas (top)
Header, digunakan untuk pengaturan posisi dari catatan kepala (header) mulai dari tepi atas kertas.
Footer, digunakan untuk pengaturan posisi dari catatan kaki (footer) mulai dari tepi bawah kertas. Header dan footer ini akan otomatis tampil pada setiap halaman dokumen.
Tab Orientation, digunakan untuk menetukan arah percetakan halaman. Arah pengaturan halaman dokumen ini terbagi dua, yaitu ;
- Portrait, adalah metode pengaturan halaman dokumen dengan arah tegak (vertikal), sedangkan
- Landscape, adalah metode pengaturan halaman dokumen dengan arah melebar (horizontal)
Mirror Margin, untuk mengatur batas halaman secara timbal balik sehingga dapat dicetak secara timbal balik. Biasanya digunakan jika kita ingin mencetak dokumen secara timbal balik dengan hasil seperti buku cetak. Perubahan terjadi pada option left dan right dimana kedua option ini diganti dengan nama Inside dan Outside. Inside, digunakan untuk pengaturan batas dokumen yang bagian dalam. Outside, digunakan untuk pengaturan batas dokumen bagian luar.
Apply to, digunakan untuk menentukan data jenis pengaturan. Pada option ini terdapat beberapa option lagi sebagai berikut ;
- Whole document, artinya pengaturan margin berlaku untuk seluruh dokumen.
- This point forward, artinya pengaturan dokumen ini berlaku mulai dari halaman yang aktif (yaitu pada posisi insertion point) sampai halaman terakhir.
- This section, artinya pengaturan margin hanya berlaku pada halaman yang aktif saja.
- Selected text, pengaturan hanya berfungsi pada teks yang ditandai saja.
Tab Paper Size, digunakan dalam pengaturan ukuran kertas dan orientasi pencetakan dokumen. Jika diklik, maka akan muncul sejumlah ukuran kertas yang disediakan oleh Word 2007. Jika ukuran kertas yang digunakan tidak ada yang cocok, maka pilihlah option Custom Size.
C. FONT
Pengaturan huruf ini dilakukan dengan menandai terlebih dahulu teks yang akan diubah, kemudian klik tab Font atau langsung ubah di kotak dialog Font.
Font, digunakan untuk memilih jenis huruf.
Font Size, digunakan untuk menentukan ukuran huruf yang telah dipilih.
Font Color, digunakan untuk menentukan jenis warna dari huruf yang dipilih.
Strikethrough, memberikan tulisan dengan diberi garis ditengah tesk tersebut. Contoh ” Efek Strikethrough “
Double Strikethrough, sama dengan efek diatas bedanya pada jenis ini garisnya dua. Contoh ” Efek Double Strikethrough “
Superscript, akan memberikan efek, teks akan naik ½ tinggi huruf. Biasanya digunakan untuk membuat perpangkatan, seperti ” x2 “
Subscript, akan memberikan efek, teks akan turun ½ tinggi huruf. Biasanya digunakan dalam penulisan kata-kata ilmiah, seperti ” H2O “
A. HALAMAN
Penomoran halaman dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
1. Melalui header dan footer.
- Klik menu bar Insert, kemudian klik Header atau Footer (sesuaikan dengan tempat penomoran halaman yang diinginkan).
- Pilih style dari penomoran
2.Melalui menu bar.
- Klik menu bar Insert, kemudian klik pilihan Page Number. Maka akan muncul kotak dialog Page Number.
- Pilih style penomoran halaman
B. SYMBOL
Untuk menyisipkan simbol seperti simbol a, b, p, atau r dapat dilakukan dengan cara :
1.Klik menu bar Insert, kemudian klik pilihan Symbols, kemudian klik Symbol muncul kotak dialog symbol.
2. Klik simbol yang diinginkan.
3. Bila symbol yang diinginkan belum ada, klik More Symbols
C. TABEL
Untuk menyisipkan tabel dapat dilakukan dengan cara :
1. Klik menu bar Insert, kemudian klik pilihan Table
2. Gerakkan kursor sesuai baris dan kolom table yang diinginkan, atau
3. Klik Insert Table dan isikan jumlah baris (row) maupun jumlah kolom (column)
D. PERSAMAAN
Untuk menyisipkan persamaan dapat dilakukan dengan cara :
1. Klik menu bar Insert, kemudian klik pilihan Equation
2. Klik lambang dan operator yang diinginkan.
Senin, 09 November 2009
TRANSFORMASI
TRANSFORMASI
Transformasi adalah suatu perpindahan/perubahan.
- TRANSLASI (Pergeseran sejajar)
| Matriks | Perubahan | Perubahan |
| é a ù | (x,y) ® (x+a, y+b) | F(x,y) = 0 ® (x-a, y-b) = 0 |
| Ket : | ||
Sifat:
Dua buah translasi berturut-turut é a ù diteruskan dengan
ë b û
dapat digantikan dengan é c ù translasi tunggal é a + c
ù
ë d û
ë b + d û
Pada suatu translasi setiap bangunnya tidak berubah.
2. REFLEKSI (Pencerminan terhadap garis)
| Pencerminan terhadap | Matriks | Perubahan Titik | Perubahan fungsi |
| sumbu-x | é 1 -0 ù | (x,y) ® (x,-y) | F(x,y) = 0 ® F(x,-y) = 0 |
| sumbu –y | é -1 0 ù | (x,y) ® (-x,y) | F(x,y) = 0 ® F(-x,y) = 0 |
| garis y = x | é 0 1 ù | (x,y) ® (y,x) | F(x,y) = 0 ® F(y,x) = 0 |
| garis y = -x | é -0 -1 ù | (x,y) ® (-y,-x) | F(x,y) = 0 ® F(-y,-x)=0 |
Ket. : Ciri khas suatu matriks Refleksi adalah determinannya = -1
SIFAT-SIFAT :
a. Dua refleksi berturut-turut terhadap sebuah garis merupakan suatu identitas, artinya yang direfleksikan tidak berpindah.
b. Pengerjaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang sejajar, menghasilkan translasi (pergeseran) dengan sifat:
v Jarak bangun asli dengan bangun hasil sama dengan dua kali jarak kedua sumbu pencerminan.
v Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu sejajar, dari sumbu pertama ke sumbu kedua. Refleksi terhadap dua sumbu sejajar bersifat tidak komutatip.
c. Pengerjaaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus, menghasilkaan rotasi (pemutaran) setengah lingkaran terhadap titik potong dari kedua sumbu pencerminan. Refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lures bersifat komutatif.
d. Pengerjaan dua refleksi berurutan terhadap dua sumbu yang berpotongan akan menghasilkan rotasi (perputaran) yang bersifat:
Ø Titik potong kedua sumbu pencerminan merupakan pusat perputaran.
Ø Besar sudut perputaran sama dengan dua kali sudut antara kedua sumbu pencerminan.
Ø Arah perputaran sama dengan arah dari sumbu pertama ke sumbu kedua.
3. ROTASI (Perputaran dengan pusat 0)
| rotasi | Matriks | perubahan titik | perubahan fungsi |
| ½ p | é0 -1ù | (x,y) ® (-y,x) | F(x,y) = 0 ® F(y,-x) = 0 |
| p | é-1 0ù | (x,y) ® (-x,-y) | F(x,y) = 0 ® F(-x,-y) = 0 |
| 3/2 p | é0 -1ù | (x,y) ® (y,-x) | F(x,y) = 0 ® F(-y,x) = 0 |
| q | écosq -sinq ù | (x,y) ® (x cos q - y sinq, x sin q + y cos q) | |
Ket.: Ciri khas suatu matriks Rotasi adalah determinannya = 1
SIFAT-SIFAT :
a. Dua rotasi berturut-turut merupakan rotasi lagi dengan sudut putar dsama dengan jumlah kedua sudut putar semula.
b. Pada suatu rotasi, setiap bangun tidak berubah bentuknya.
Catatan:
Pada transformasi pergeseran (translasi), pencerminan (refleksi) dan perputaran (rotasi), tampak bahwa bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen) dengan bentuk aslinya. Transformasi jenis ini disebut transformasi isometri.
4. DILATASI (Perbesaran terhadap pusat 0)
| Dilatasi | Matriks | Perubahan titik | Perubahan fungsi |
| (0,k) | ék 0ù | (x,y)®(kx,ky) | F(x,y)=0®F(x/k,y/k) |
Ket.:
(0, k) merupakan perbesaran atau pengecilan dengan tergantung dari nilai k.
Jika A' adalah peta dari A, maka untuk:
a. k > 1 ® A' terletak pada perpanjangan OA
b. 0 <>® A' terletak di antara O dan A
c. k > 0 ® A' terletak pada perpanjangan AO
5. TRANSFORMASI LINIER
Ditentukan oleh matriks éa bù
ëc dû
é x' ù = é a b ù é x ù
ë y' û ë c d û ë y û
é x ù = 1 é a -b ù é x' ù
ë y û ad – bc ë -c d û ë y' û
| Perubahan Titik | Perubahan Fungsi |
| (x,y)®(ax+by, cx+dy) | F(x,y)=0 ® édx - by , -cx + ay ù |
Prinsipnya adalah mencari matriks invers dari matriks transformasi yang diketahui.
KOMPOSISI TRANSFORMASI
Jika A = é a b ù adalah T1 dan B = é e f ù adalah T2
ttt ë c d û ë g hû
maka T2 ° T1 = BA = é e f ù é a b ù
ë g hû ë c d û ® menyatakan transformasi T1 dilanjutkan dengan T2
TRANSFORMASI INVERS
Jika suatu transformasi diwakili oleh matriks M, memetakan titik P ke P1, maka transformasi ini memetakan P1 ke P, diwakili oleh matriks M-1 (yaitu jika M-1 ada).
TRANSFORMASI
Transformasi adalah suatu perpindaban/perubaban.
- TRANSLASI (Pergeseran sejajar)
Sifat:
· Dua buah translasi berturut-turut diteruskan dengan dapat digantikan dengan translasi tunggal.
· Pada suatu translasi setiap bangunnya tidak berubah
- REFLEKSI (Pencerminan terhadap garis)
SIFAT-SIFAT
· Dua refleksi berturut-turut terhadap sebuah garis merupakan suatu identitas, artinya yang direfleksikan tidak berpindah.
· Pengerjaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang sejajar, menghasilkan translasi (pergeseran) dengan sifat:
- Jarak bangun asli dengan bangun hasil sama dengan dua kali jarak kedua sumbu pencerminan.
- Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu sejajar, dari sumbu pertama ke sumbu kedua. Refleksi terhadap dua sumbu sejajar bersifat tidak komutatip.
- Pengerjaaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus, menghasilkaan rotasi (pemutaran) setengah lingkaran terhadap titik potong dari kedua sumbu pencerminan. Refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lures bersifat komutatif.
- Pengerjaan dua refleksi berurutan terhadap dua sumbu yang berpotongan akan menghasilkan rotasi (perputaran) yang bersifat:
- Titik potong kedua sumbu pencerminan merupakan pusat perputaran.
- Besar sudut perputaran sama dengan dua kali sudut antara kedua sumbu pencerminan.
- Arah perputaran sama dengan arah dari sumbu pertama ke sumbu kedua.
Ket. : Ciri khas suatu matriks Refleksi adalah determinannya = -1
- ROTASI (Perputaran dengan pusat 0)
SIFAT-SIFAT
. Dua rotasi bertumt-turut mempakan rotasi lagi dengan sudut putar dsama dengan jumlah kedua sudut putar semula.
a. Pada suatu rotasi, setiap bangun tidak berubah bentuknya.
Catatan:
Pada transformasi pergeseran (translasi), pencerminan (refleksi) dan perputaran (rotasi), tampak bahwa bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen) dengan bentuk aslinya. Transformasi jenis ini disebut transformasi isometri.
Ket.: Ciri khas suatu matriks Rotasi adalah determinannya = 1
Minggu, 08 November 2009
REVIEW APA ITU E-LEARNING
YANG PERLU ANDA TAHU TENTANG E-LEARNING
Menurut Allan J.Henderson,E-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang mengunakan teknologi computer,atau biasanya internet (the e-learning Question and Answer Book,2003).Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk belejar melalui computer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas.William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa di akses lewat internet).Pembelajaran dengan mengunakan media elektronik (E-learning),seperti juga namanya elektronik learning di sampaikan dengan mengunakan media elektronik yang terhubung dengan internet (world wide web yang menghubungkan semua yunit computer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan internet) dan intranet(jaringan yang bisa menghubungkan semua yunit computer dalam sebuah perusahaan).Jika anda memiliki computer yang terkoneksi dengan internet,anda sudah bisa berpartisipasi dengan e-learning.Dengan cara ini jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi bisa jauh lebih besar daripada cara belajar secara konvensional diluar kelas (jumlah siswa tidak terbatas pada besarnya ruang kelas). Teknologi ini juga memungkinkan penyampaian pelajaran dengan kualitas yang relatif lebih standar dari pada pembelajaran di kelas yang tergantung pada “mood” dan kondisi fisik dari instruktur. Dalam e-learning, modul-modul yang sama (informasi, penampilan, dan kualitas pembelajaran) bisa diakses dalam bentuk yang sama oleh semua siswa yang mengaksesnya, sedangkan dalam pembelajaran konvensional di kelas, karena alasan kesehatan atau masalah pribadi, satu instruktur pun bisa memberikan pelajaran di beberapa kelas dengan kualitas yang berbeda. Pembelajaran formal vs. informal. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
E-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola dan “dihidupkan” oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu: Subject Matter Expert (SME), Instructional Designer (ID), Graphic Designer (GD) dan para ahli di bidang Learning Management System (LMS). SME merupakan narasumber dari pelatihan yang disampaikan. ID bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari. GD mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari. Para ahli di bidang LMS mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh. Jadi, e-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.
Ada 3 persamaan dalam manfaat yang dapat dinikmati dalam e-learning, diantaranya :
1) Fleksibilitas
2) Independent learning
3) Biaya
Jika pembelajaran konvensional dikelas mengharuskan siswa untuk hadir dikelas maka, e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan ketempat pelajran disampaikan, e-learning bisa diakses dimana saja yang memiliki akses internet. Pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan dimulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana modul yang dipelajari terlebih dahulu. Jika pembelajar mengalami kesulitan untuk memahami bagian, ia bisa mengulang-ngulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Banyak biaya yang bisa dihemat dalam cara pembelajaran e-learning. Biaya disini tidak hanya dari segi financial tetapi juga dari segi non financial. Secara financial, biaya yang bisa dihemat, antara lain : biaya transportasi ketempat belajar dan akomodasi selama belajar sedangkan biaya non financial yang bisa dihemat anatara lain : produktivitas dapat dipertahankan bahkan dapat diperbaiki karena pembelajar tidak harus meninggalkan pekerjaan yang sedang pada posisi sibuk untuk mengikuti pelajaran.
E-learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi, diantaranya :
1) Tujuan
2) Pembelajar
3) Dukungan
4) Media lain
APA ITU E-LEARNING?
Ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, namun rasanya tidak punya cukup waktu dan dana (karena pekerjaan masih menumpuk dan karis sedang melaju). Ingin menambah pengetahuan dan memperluas wawasan, tetapi seringkali tidak sempat menghadiri seminar, kuliah, ataupun workshop karena pekerjaan, kantor, dan keluarga tidak bisa ditinggal terlalu lama. Apakah ini yang Anda rasakan? Oleh:Roy Sembel, Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara(www.roy-sembel.com), Sandra Sembel, Direktur Utama Edpro (Education for Professionals), edpro@cbn.net.idBanyak orang juga merasakan hal yang sama. Untuk orang-orang seperti Anda, ada banyak alternatif yang bisa dicoba untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan menggali keterampilan baru tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang sedang Anda tekuni ataupun keluarga, salah satu opsi yang bisa Anda coba adalah e-learning. Tertarik untuk mengetahui alternatif pembelajaran lewat media elektronik ini? Simak yang berikut.Apakah yang dimaksud dengan e-learning?Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet). Pembelajaran jarak jauh. E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa saja berada di Jakarta, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di kota lain bahkan di negara lain. Namun, interaksi masih bisa dijalankan secara langsung ataupun dengan jeda waktu beberapa saat. Jadi, pembelajar bisa belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah yang terkoneksi dengan Internet, sedangkan materi belajar dikelola oleh sebuah perusahaan di Amerika Serikat, di Jepang ataupun di Inggris. Dengan cara ini, pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat ia mengakses ilmu yang dipelajari. Jika, pembelajaran ditunjang oleh perusahaan, maka si pembelajar bisa mengakses modul yang dipelajarinya dengan mengkoordinasikan waktu ia belajar dan waktu ia bekerja. Misalnya, jika pada pagi hari sampai siang hari, ia dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor, maka ia bisa menyisihkan waktu di sore hari menjelang pulang untuk belajar. Tugas-tugas yang sehubungan dengan e-learning yang ditekuni pun bisa disesuaikan waktu pengerjaannya dengan kesibukan pembelajar. Pembelajaran dengan menggunakan media elektronik. E-learning, seperti juga namanya “Electronic Learning” disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan). Jika Anda memiliki komputer yang terkoneksi dengan Internet, Anda sudah bisa berpartisipasi dalam e-learning. Dengan cara ini, jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi bisa jauh lebih besar dari pada cara belajar secara konvensional di ruang kelas (jumlah siswa tidak terbatas pada besarnya ruang kelas). Teknologi ini juga memungkinkan penyampaian pelajaran dengan kualitas yang relatif lebih standar dari pada pembelajaran di kelas yang tergantung pada “mood” dan kondisi fisik dari instruktur. Dalam e-learning, modul-modul yang sama (informasi, penampilan, dan kualitas pembelajaran) bisa diakses dalam bentuk yang sama oleh semua siswa yang mengaksesnya, sedangkan dalam pembelajaran konvensional di kelas, karena alasan kesehatan atau masalah pribadi, satu instruktur pun bisa memberikan pelajaran di beberapa kelas dengan kualitas yang berbeda. Pembelajaran formal vs. informal. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya). Pembelajaran yang di tunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. Walaupun sepertinya e-learning diberikan melalui komputer (yang adalah benda mati), e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola dan “dihidupkan” oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu: Subject Matter Expert (SME), Instructional Designer (ID), Graphic Designer (GD) dan para ahli di bidang Learning Management System (LMS). SME merupakan nara sumber dari pelatihan yang disampaikan. ID bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari. GD mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari. Para ahli di bidang LMS mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh. Jadi, e-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.Apa manfaat e-learning bagi Anda?Semakin banyak perusahaan dan individu yang memanfaatkan e-learning sebagai sarana untuk pelatihan dan pendidikan karena mereka melihat berbagai manfaat yang ditawarkan oleh pembelajaran berbasis web ini. Dari berbagai komentar yang dilontarkan, ada tiga persamaan dalam hal manfaat yang bisa dinikmati dari e-learning.Fleksibilitas. Jika pembelajaran konvensional di kelas mengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu (seringkali jam ini bentrok dengan kegiatan rutin siswa), maka e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakses dari mana saja yang memiliki akses ke Internet. Bahkan, dengan berkembangnya mobile technology (dengan palmtop, bahkan telepon selular jenis tertentu), semakin mudah mengakses e-learning. Berbagai tempat juga sudah menyediakan sambungan internet gratis (di bandara internasional dan cafe-cafe tertentu), dengan demikian dalam perjalanan pun atau pada waktu istirahat makan siang sambil menunggu hidangan disajikan, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk mengakses e-learning. “Independent Learning”. E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Ia bisa mulai dari topik-topik ataupun halaman yang menarik minatnya terlebih dulu, ataupun bisa melewati saja bagian yang ia anggap sudah ia kuasai. Jika ia mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Jika ia tidak sempat mengikuti dialog interaktif, ia bisa membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (di Website pengelola). Banyak orang yang merasa cara belajar independen seperti ini lebih efektif daripada cara belajar lainnya yang memaksakannya untuk belajar dengan urutan yang telah ditetapkan.Biaya. Banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning. Biaya di sini tidak hanya dari segi finansial tetapi juga dari segi non-finansial. Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biaya transportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar (terutama jika tempat belajar berada di kota lain dan negara lain), biaya administrasi pengelolaan (misalnya: biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya instruktur dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan), penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP). Dalam hal biaya finansial William Horton (Designing Web-Based Training, 2000) mengutip komentar beberapa perusahaan yang telah menikmati manfaat pengurangan biaya, antara lain: Buckman Laboratories berhasil mengurangi biaya pelatihan karyawan dari USD 2.4 juta menjadi USD 400,000; Aetna berhasil menghemat USD 3 juta untuk melatih 3000 karyawan; Hewlett-Packard bisa memotong biaya pelatihan bagi 700 insinyur mereka untuk produk-produk chip yang selalu diperbaharui, dari USD 7 juta menjadi USD 1.5 juta; Cisco mengurangi biaya pelatihan per karyawan dari USD 1200 - 1800 menjadi hanya USD 120 per orang. Biaya non-finansial yang bisa dihemat juga banyak, antara lain: produktivitas bisa dipertahankan bahkan diperbaiki karena pembelajar tidak harus meninggalkan pekerjaan yang sedang pada posisi sibuk untuk mengikuti pelatihan (jadwal pelatihan bisa diatur dan disebar dalam satu minggu ataupun satu bulan), daya saing juga bisa ditingkatkan karena karyawan bisa senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaannya, sementara bisa tetap melakukan pekerjaan rutinnya.Bagaimana memanfaatkan e-learning secara optimal?Seperti halnya pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi. Tujuan. Sebelum memutuskan untuk mengikuti e-learning, Anda perlu menentukan tujuan belajar Anda, sehingga Anda bisa memilih topik, modul, lama belajar, biaya, dan sarana belajar secara elektronik yang sesuai. Tujuan ini hendaknya dikaitkan dengan tujuan pribadi ataupun tujuan bisnis Anda secara langsung yang spesifik dan terukur. Misalnya: Anda baru saja diangkat sebagai project manager. Dalam tiga bulan pertama Anda ingin mendapat keterampilan di bidang ini. Karena pekerjaan baru, dengan gaji dan pekerjaan yang juga meningkat, Anda merasa tidak mungkin untuk secara fisik meninggalkan pekerjaan Anda. Untuk itu Anda bisa mengikuti e-learning berdurasi tiga bulan dengan topik project management yang ditawarkan lembaga atau universitas tertentu (umumnya universitas di Amerika, Australia dan Eropa menawarkan program e-learning). Sambil mengikuti pelajaran, Anda bisa sekaligus menerapkan ilmu dan keterampilan yang Anda dapatkan. Anda juga bisa memanfaatkan forum diskusi secara elektronik untuk membahas permasalahan yang langsung Anda hadapi di lapangan.Pembelajar. Cara belajar dengan e-learning memberikan peluang untuk menjadi pembelajar independen. Jadi, untuk mendapatkan manfaat optimal dari e-learning, Anda juga harus senang belajar secara independen, memiliki sikap yang positif terhadap pembelajaran dan perluasan wawasan (memiliki motivasi tinggi untuk menguasai topik yang diambil, menganggap belajar bukan sebagai beban tetapi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas, mampu menerapkan disiplin dalam belajar), memiliki sarana belajar yang menunjang (misalnya: komputer, akses internet, fax, printer), keterampilan dan strategi untuk belajar secara independen di dunia maya (keterampilan dasar menggunakan komputer dan internet, strategi untuk mengelola waktu). Dukungan. Sama seperti cara belajar lain, cara belajar dengan e-learning akan lebih mudah jika mendapat dukungan dari orang-orang terkait dengan pembelajar (misalnya: atasan, perusahaan tempat bekerja, rekan sekerja, sahabat dan keluarga). Dengan dukungan dari berbagai pihak (baik berupa dana, dukungan moril, maupun dukungan fasilitas), semangat belajar yang terkadang turun bisa tetap dipertahankan, bahkan dipacu lebih tinggi, masalah yang dihadapi dalam belajar bisa dituntaskan, sehingga proses belajar dan penyelesaian program bisa lebih mudah dijalankan. Media lain. E-learning hanyalah sebuah “alat” yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan. “Alat” ini jika digunakan bersama “alat-alat” akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan. Dengan demikian, e-learning tidak harus digunakan secara murni, tetapi bisa diharmonisasikan dengan penggunaan media lain untuk saling menunjang meraih tujuan si pembelajar. Jadi, jika memang ada kesempatan untuk menggunakan media lain untuk belajar (pembelajaran konvensional di kelas, pembelajaran melalui mailing list, video, radio, fax, atau korespondensi), mengapa tidak saling dikoordinasikan? Pilih yang Anda perlu. Jika Anda hanya perlu bepergian dengan mobil, Anda tidak perlu menggunakan pesawat terbang. Jika Anda hanya memerlukan informasi dan pengetahuan umum untuk memperluas wawasan, Anda tidak perlu memerlukan sarana untuk memperluas wawasan di bidang tertentu, Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk mengikuti e-learning lengkap, Anda bisa saja berpartisipasi dalam dialog elektronik ataupun menjadi anggota mailing list yang memberikan informasi yang Anda perlukan. Misalnya, untuk mendapatkan tips cerdas untuk mengembangkan diri, Anda bisa mencoba berpartisipasi dalam mailing list smart_wisdom@yahoogroups.com, untuk informasi mengenai manajemen, mengapa tidak mengakses manajemen@yahoogroups.com, dan untuk mendapat contoh dialog dan ungkapan bahasa Inggris dalam bisnis, cobalah edpro@yahoogroups.com. Anda juga bisa membangun mailing list atau berkirim email dengan teman seprofesi untuk saling bertukar informasi. Cara lain yang bisa Anda coba adalah mencari informasi di internet di website tertentu (website majalah internasional, ataupun perusahan konsultan internasional). Misalnya untuk mendapat informasi mengenai strategi manajemen dan bisnis, Anda bisa mencoba mengunjungi dan menjadi anggota mckinseyquarterly. com, sedangkan untuk mendapat informasi bisnis, kunjungi website majalah bisnis nasional maupun internasional, dan untuk melihat informasi lainnya mengenai cara manajemen diri kunjungi website surat kabar Anda ini (http:www. sinarharapan.co.id). Untuk melihat contoh e-learning, Anda bisa mengunjungi berbagai websites, antara lain: www.rootleraning.com, dan www.engines4ed.org. E-learning memberikan cara alternatif untuk belajar. Pemanfaatan e-learning secara optimal pun tergantung dari beberapa kondisi yang perlu dipenuhi. Namun, apa pun cara belajar yang dipilih, semua berpulang kepada si pembelajar. Tanpa komitmen dan kendali diri, tak ada satu cara belajar pun yang akan berhasil.
